BeritaTerkiniKPK selidiki produktif Gubernur peran dalam Data Korupsi kasus Hambalang


Pihak-pihak yang sebenarnya terus mengeksplorasi KPK fakta untuk korupsi Hambalang, Bogor. Tak terkecuali sebuah indikasi dari Bendahara umum PDI Perjuangan keterkaitan, Olly Dondokambey.

KPK peneliti juga mengalami Partai spoorweg furnitur rumah mewah di kediaman Gubernur Sulawesi Utara. Penyitaan tertentu dilakukan hanya karena ia diduga karena mendapatkan perabotan berasal dari hasil dari tindakan masalah Hambalang.

"Kami terus menjadi sadar akan fakta bahwa ada sidang, sebagai wll karena ada tersangka signifikan info yang diberikan AZM (Andi Mallarangeng Zulkarnain)," kata juru bicara dari KPK Febri Diansyah sementara di tempat kerja nya, Kuningan Persada, Jakarta Selatan pada Jumat 17 Maret 2017.

Andi Mallarangeng Zulkarnaen alias Choel Mallarangeng percaya telah menjalani pemeriksaan detektif KPK. Choel dirinya berkali-kali berbicara tentang keterlibatan aktif Gubernur dalam kasus korupsi data Hambalang.

Febri menyatakan jika badan akan memberikan rasuah anti Choel kuburan untuk tahap 2 segera.

"Tentu saja KPK masih direndam dalam kasus, seperti apakah ada info penting kemudian menyampaikan rasa AZM. Ya, di masa depan kita semua mempersiapkan klaim, "kata Febri.

Partai korupsi penghapusan Komisi telah menetapkan Choel Mallarangeng sebagai tersangka untuk tindak pidana dugaan Anda dikaitkan dengan korupsi kasus proyek kemajuan pusat pendidikan dan sekolah Olahraga Nasional (P3SON) Hambalang, dianggarkan dalam 2010 - ini.

Choel diduga mengeksploitasi kantor bisnis kakak laki-laki, kita. e. Mallarangeng jika Andi menjabat sebagai hal-hal untuk mengeruk keuntungan melalui proyek Hambalang. Ia diperkirakan memiliki manfaat untuk Andi Rp 2 miliar serta US $550 ribu dari proyek Anda.

KPK pun menjerat Choel dengan Pasal 2 ayat 1 atau posting 3 undang-undang - undang-undang Nomor 31 dari 99, sebagaimana telah diubah dengan undang-undang - undang-undang Nomor 8 mengenai 2001 tentang pemberantasan melibatkan tindak pidana kejahatan, juncto 55 artikel bagian 1 sampai 1 dari kode hukum.

Dalam kasus ini, Andi Mallarangeng dijatuhi hukuman 4 tahun penjara melalui pengadilan dan tinggi ruang sidang Tipikor DKI Jakarta sejak itu membuktikan untuk melakukan tindakan terhubung dengan korupsi atas proyek Hambalang